Seperti halnya Allah telah berfirman dalam Qs Al Baqarah : 183
يَٰٓأَيّÙهَا ٱلَّذÙينَ ءَامَنÙواْ ÙƒÙØªÙبَ عَلَيۡكÙم٠ٱلصّÙيَام٠كَمَا ÙƒÙØªÙبَ عَلَى ٱلَّذÙينَ Ù…ÙÙ† قَبۡلÙÙƒÙÙ…Û¡ لَعَلَّكÙÙ…Û¡ تَتَّقÙونَ
“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa."
Alhamdulillah kami berkesempatan untuk mendengar sedikit tausyiah dari Ust. Hibban Najib Saputra tentang beberapa amalan penting dalam bulan Ramadhan. Tentu saja momen ini bukan hanya sekedar mendengar tausyiah ataupun buka bersama biasa. Hari ini bertepatan dengan pengumuman kelulusan siswa/i SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan, angkatan pertama.
Sesudah Ust. Hiban memberikan beberapa bekal Ramadhan untuk kami. Ust. Ali Musyafa, selaku Kepala Sekolah turut memberikan beberapa masukan terkait pengumuman kelulusan.
"Jangan malu kalau nilai Matematika nya kecil, jangan malu kalau nilainya belum memuaskan walau kita sudah berusaha semaksimal mungkin. Karna sebenarnya itu bukan satu-satunya tolak ukur kesuksesan kita kelak. Siapa tau malah nanti kalian jadi bos bos besar! Aamiin." ujarnya di menit-menit menjelang waktu berbuka.
Tak lama dari itu Ustad Ali Musyafa mengeluarkan beberapa kertas, dilihatnya sederet nilai yang paling di tunggu oleh siswa/i Smp Mu AD. Ustad Ali kembali berkata sambil menyunggingkan senyum. "Rata-rata nya sudah baik, Alhamdulillah. Sebagai generasi pertama, kita mendapatkan nilai yang lumayan memuaskan."
Namun belum sampai di situ saja ketegangan kami berakhir. Tibalah saatnya pembagian surat yang belum kami ketahui isinya apa, lalu kami dipanggil satu persatu, dan kami pun sepakat membukanya bersamaan. Salah menduga, ternyata surat tadi hanya berisi keterangan Lulus/Tidak Lulus saja, dan Alhamdulillah kita 100â„… Lulus! Walau agak kecewa ternyata hasil nilai baru diumumkan hari Senin nanti. Namun, semuanya masih semangat menunggu buka puasa!
Keadaan kembali riuh oleh canda dan tawa, setelah sholat maghrib berjamaah. Bertukar masakan dari masing-masing rumah, hingga berbagi momen bersama, kami kira itu salah satu moment yang akan selalu diingat, di penghujung masa sekolah. Kami akhiri ini dengan tawa renyah dan obrolan ringan. Malam yang penuh kenangan. Sampai bertemu lagi di bulan Ramadhan yang depan. Kami akan kembali dan datang. (Kontributor: Afra Yasmin Syadza)






