SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Wakil Indonesia - Selasa (27 Maret 2018), empat orang siswa-siswi SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan atau yang lebih dikenal dengan SMP Mu Ahmad Dahlan (School of Holistic Education) didampingi oleh Kabid Dikdas Dinas Pendidikan Kota Metro Drs. Mardani Usman, Ali Musyafa, S. Ag. M. M. selaku kepala sekolah, dan seorang guru pendamping Bahasa Jepang Ayu Fitri, S. S. diterima dengan hangat oleh Wali Kota Metro H. Ahmad Pairin, S. Sos. di kantor dinas Wali Kota Metro.
Agenda penerimaan keempat siswa-siswi tersebut dalam rangka pemberian ucapan selamat sekaligus pelepasan dari Wali Kota Metro kepada keempat siswa-siswi dan seorang guru pendamping yang dalam waktu dekat ini, pada 12-21 April 2018, akan diberangkatkan ke Jepang. Keberangkatan kelima orang tersebut tentunya menjadi kebanggaan besar masyarakat Lampung, khususnya segenap keluarga besar SMP Mu Ahmad Dahlan Metro karena didaulat sebagai wakil Indonesia yang akan mewakili Indonesia guna mengikuti serangkaian kegiatan yang diselenggarakan oleh Yayasan Hakuho melalui program “Hakuho Scheme for Global Children’s Japanese Language Network 9th Experience Program for Overseas Children” yang tahun ini menjadi tahun kesembilan sejak pertama kali program ini diselenggarakan.
Keempat siswa-siswi yang memperoleh kesempatan menimba ilmu di Jepang dalam program beasiswa belajar tersebut adalah (1) Muhammad Ahnaf Defka Rizqia dari kelas 7 Ar-Rahman, (2) Ilham Surya Pratama kelas 7 Ar-Rahman, (3) Indah Sawitri kelas 8 Al-Alim, (4) Afanin Yuli Safitri kelas 8 Ar-Rasyid. Keempat anak yang akan berangkat tersebut adalah siswa- siswi berprestasi yang ditunjang dengan kemampuan bahasa Jepang lewat Japanese Club di sekolah. Nantinya keempat siswa-siswi tersebut akan belajar, menimba pengalaman dan tentunya sebagai duta Indonesia yang memperkenalkan kebudayaan Indonesia bersama dengan siswa-siswi dari 14 sekolah di luar negeri yang berasal dari 13 Negara, diantaranya adalah United Kingdom, India, Indonesia, Australia , Sri Lanka, Thailand, Taiwan, Turkey, Hungary, Philippines, Vietnam, Malaysia, dan Russia. Mereka akan saling membaur dan belajar bersama selama 2 minggu di Jepang, salah satu tempatnya adalah Tokyo.
SMP Muhammadiyah Ahmad Dahlan Wakil Indonesia
Sebelumnya, pada bulan November sampai Desember tahun lalu, seorang guru Bahasa Jepang dari SMP Mu Ahmad Dahlan sebagai pendamping keempat siswa-siswi telah diberangkatkan terlebih dahulu ke Jepang bersama 13 orang guru dari 13 perwakilan negara untuk mengikuti training persiapan keberangkatan siswa-siswi pada April 2018. Terpilihnya SMP Mu Ahmad Dahlan yang dikirim ke Jepang tentunya melalui tahap penyeleksian oleh Japan Foundation yang berpusat di Gedung Summitmas I Jl. Jenderal Sudirman Jakarta.
Program Beasiswa Belajar di Jepang
Hakuho Foundation sendiri adalah sebuah yayasan dibawah naungan Hakuhodo yang tak lain adalah perusahaan yang bergerak di bidang periklanan. Tentunya masyarakat masih awan mendengar nama Hakuhodo, padahal Hakuhodo Company ini adalah perusahaan raksasa yang bergerak di bidang periklanan, menduduki posisi kedua dari Top ranking perusahaan besar di Jepang, bahkan menduduki peringkat ke-4 di dunia. Hakuhodo adalah agensi periklanan tertua di Jepang yang didirikan oleh Hironao Seki di daerah Nihonbashi-Honshiroganecho, Tokyo. Sedangkan Hakuho foundation didirikan sebagai yayasan gabungan pada tahun 1970, dikenal dan mulai beroperasi sebagai yayasan gabungan yang berorientasi pada kepentingan umum pada bulan April 2011. Bertujuan untuk mendukung pendidikan untuk anak-anak, khususnya di bidang bahasa dan budaya melalui berbagai prakarsa, salah satunya seperti Hakuho Scheme for Global Children’s Japanese Language Network.
Dalam penerimaan kali ini, bapak Walikota mengucapkan selamat dan sukses kepada keempat siswa-siswi yang akan berangkat sebagai duta Indonesia di Jepang dalam menjalankan misi pendidikan dan budaya. Pesan beliau kepada keempat siswa-siswi tersebut agar dapat menjaga nama baik kota Metro dan dapat membawa nilai-nilai baik dari Jepang, serta mengharumkan nama Indonesia di kancah Internasional, Negeri Sakura (Kontributor: Ayu Fitri).






